Aku bertemu dia di dalam suatu acara tahunan progdiku.
Disanalah aku dipertemukan olehnya. Entah itu hanya kebetulan semata, ataukah
ini sudah direncakan oleh Tuhan. Aku tak tau dan aku hanya mengikuti alur
ceritanya dan aku sebagai aktrisnya.
Sebut saja namanya “I” aku tergabung bersama dalam
serangkaian acara outbond. Disana kita hampir bersama – sama terus, ya emang kita
satu kelompok. Setelah serangkaian acara oubond selesai, aku meminta alamat
facebook dia. Lalu aku add dia.
Waktu acara telah usai, dia pulang duluan dan sempat
berpamitan sama aku. Saat sesampainya dirumah dia telah menerima permintaan pertemanan aku.
Malam itu kita ngobrol ini itu panjang lebar.
Keesokan harinya kita ngobrol lagi dan aku minta nomor
handphone dia.
Acara ngobrol lanjut di message.
Sampai saat ini sudah hampir tiga bulan aku kenal dia.
Aku banyak cerita kepada dia begitu pula dia. Tapi sampai saat ini aku belom
berani bertanya apakah dia sudah punya seorang teman spesial?! Begitu juga dia,
ga mempertanyakan soal itu.
Aku nyaman sama dia, walaupun kita hanya smsan,
telfonan atau chatingan. Tapi aku nyaman. Seolah dia itu someone aku, soalnya
dia marah kalo aku ga balas sms nya atau telfon nya. Begitu juga dengan aku,
aku ngambek kalo dia melakukan hal yang sama.
Entah kapan lagi aku bisa bertemu sama dia. Aku sedih
kalo dia tiba – tiba menghilang ga kasih kabar seharian atau telfonnya dimatiin.
Saat ini sudah hampir dua minggu dia menghilang, aku sengaja tak mengabarinya duluan. Aku bingung harus mulai dari mana. Begitu juga dia tak kunjung menghubungi aku.
Begini saja kah akhir cerita kita? Aku hanya berharap tak seperti ini akhir cerita aku dan dia.
ini sepenggal isi dari novel yang saya buat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar