Jumat, 21 Maret 2014

Tak Lekang Oleh Waktu

Keabadian tak menyimpan apa - apa kecuali cinta, karena cinta adalah keabadian itu sendiri. Cinta tak memberikan apa pun, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh, dia pun tak mengambil apa - apa, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tak memiliki atapun dimiliki, karena cinta telah cukup untuk cinta.

Cinta adalah satu - satunya kebebasan di dunia, karena cinta membangkitkan semangat yang gejala alaminya pun tak bisa mengubah perjalanan. Sebab bagaimana cinta memahkotaimu, demikian pula dia akan menyalibmu. Sebagaimana dia membumbung, mengecup puncak - puncak ketinggianmu, membelai mesra ranting - ranting terlembut yang bergetar dalam cahaya matahari, demikian pula ia menghujam ke dasar akarmu, mengguncang - guncangnya dari ikatanmu dengan tanah.

Jangan anggap cinta datang dari persahabatan yang lama dan hubungan akrab. Cinta adalah anak keturunan kecocokan jiwa, dan jika kecocokan itu tidak ada, cinta tak akan pernah tumbuh, dalam hitungan tahun bahkan generasi. Apabila cinta memanggilmu, ikutlah dia, walaupun jalannya terjal berliku - liku. Dan apabila sayapmu merangkulmu, pasrah dan menyerahlah kepadanya walaupun pedang yang tersembunyi di sayap itu melukaimu. Dan jika dia bicara kepadamu, percayalah walapun ucapannya membuyarkan mimpimu, bagai angin utara yang mengobrak - abrik taman.

Cinta dan kasih di dalam hati itu terbagi - bagi bagaikan dahan pohon. Jika pohon itu kehilangan satu dahan yang kuat, ia akan menderita namun tak mati. Pohon itu akan menumpahkan seluruh daya hidupnya ke dalam dahan berikutnya, sehingga ia akan tumbuh dan mengisi tempat yang kosong.

Jika engkau dalam kecemasan, hanya kedirian cinta dan kesenangannya yang engkau cari, maka lebih baiklah kamu menutupi tubuh. Lalu menyingkir dari papan penempaan, memasuki dunia tanpa musim, di mana engkau dapat tertawa, namun tak sepenuhnya. Tempat engkau pun dapat menangis, namun tak sehabis air mata.

Cinta adalah sarana untuk memahami dua jiwa. Ia bukan kata yang datang dari bibir dan lidah yang membawa hati bersama. Tidak ada yang lebih besar dan suci daripada apa yang diucapkan. Dia memancarkan jiwa kita, bisikan hati kita, dan membawa keduanya bersama. Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dialah ladang hati, yang dengan kasih kau taburi dan kau pungut buahnya dengan penuh rasa terimakasih. Kau menghampirinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian. Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa.

Kasih sayang dan kekerasan selalu berperang di hati manusia seperti malapetaka yang berperang di langit malam yang pekat. Tetapi kasih sayang selalu dapat mengalahkan kekerasan. Karena, ia adalah anugerah Tuhan. Dan ketakutan - ketakutan malam akan berlalu dengan datangnya siang. 

Siapa diantara kamu yang tidak merasakan bahwa kekuatan untuk mencintai adalah tanpa batas?
Dan bukanlah waktu sebagaimana halnya cinta tak terbagi dan tak mengenal ruang dan waktu. Hidup tanpa cinta laksana sebuah pohon tanpa bunga dan buah. Cinta tanpa keindahan laksana bunga tanpa keharuman dan laksana buah tanpa biji. 
Hidup, cinta dan keindahan adalah tiga perkara dalam satu inti, yang berdiri sendiri, mutlak dan tidak bisa dipindahkan ataupun diubah.

Andaikata tidak tampak dan tidak terdengar, cahaya dan suara tidak mempunyai arti apa - apa selain berupa kekaburan dan getaran di angkasa. Demikian pula, apabila cinta tidak terasa dalam hati, yang ada hanya debu yang tertiup dan terberai oleh angin.
Karena cintalah dunia ini dipelihara, karena cinta setiap makhluk terus mempertahankan, dan karena cinta yang untuk menjadi bagiannya. Dia menyebut cinta demi masyarakat manusia tak bersalah, karena efek aneh dan kesan ajaib yang ia hasilkan di kalangan manusia.

Setiap cinta adalah yang terbaik di dunia ini, dan yang terbaik di dunia ini, dan yang paling menyenangkan. Cinta tak seperti sepotong kue yang bisa dipotong besar dan kecil. Semua cinta, tentu saja kau bisa mengatakan dia adalah yang paling kucintai di dunia ini - siapa pun yang kita cinta dan setiap orang yang kita cinta, bagi kita adalah orang yang tercinta di dunia ini. Terpujilah cinta yang mampu mengisi sebuah kekosongan manusia, dan mengakrabkan hatinya dengan manusia lain.

Cinta aka dirinya sendiri, menghasilkan kecongkakan buta, dan kecongkakan menciptakan kesukuan, dan kesukuan membangun kekuasaan, dan kekuasaan menyebabkan penaklukan dan penindasan. Cinta adalah seorang tuan rumah yang penuh kasih sayang kepada para tamunya, walapun bagi rumahnya yang tak diharapkan merupakan sebuah khayalan dan penghinaan. 

Cinta bukanlah kelemahlembutan atau kemurahan hati, atau apa saja dari kebaikan - kebaikan yang diberikan atau tidak diberikan dengan panjang lebar. Cinta adalah membagi, memahami, memberikan kebebasan, menjawab panggilan, dan cinta adalah kehidupan. Alangkah buruknya kasih sayang yang meletakkan batu di satu sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi lainnya.

Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkah yang mencinta. Cinta adalah seekor burung yang cantik, meminta untuk ditangkap tapi menolak untuk disakiti. Berkasih - kasihlah, namun jangan membelenggu cinta, biarkan cinta itu bergerak senantiasa, bagaikan air hidup yang lincah mengalir antara pantai dan kedua jiwa.

Cinta di antara roh seperti anggur dalam piala kristal, muncul menjadi air tetapi kebenaran adalah kehidupan. Kita akan melampaui senja, secara kebetulan membangunkan fajar dari dunia lain. Tetapi cinta akan akan tetap tinggal, danberkas - berkas jarinya takkan terhapus. Menemukan sebuah bayangan yang tersangkut dan tidur di bumi kedewasaan kita, dan biarkan cinta. Kasih, api cinta itu turun dari langit dalam berbagai bentuk dan rupa, namun pengaruh mereka di dunia adalah satu.

Pandangan pertama kekasih adalah seperti sang jiwa yang digerakkan di atas permukaan air, yang dialirkan ke langit dan bumi. Pandangan pertama teman hidup menggemakan kata - kata Tuhan, "Biarkan saja apa adanya ....." Setiap orang pasti akan teringat akan cinta pertamanya dan mencoba menangkap kembali hari - hari yang asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan di relung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di balik segala kepedihan misterinya.

Setelah kami dewasa, cinta tumbuh di antara kami sampai menjadi pemilik mutlak. Cinta menghela kami kepadanya, dan kami memuliakan jiwa kami yang paling dalam dan cinta merangkul kami. Di dekat mereka telah terdapat sebuah batu, di mana terukir kalimat "Cinta telah menyatukan kami, lalu siapa yang dapat memisahkan kami? Kematian telah menjemput kami, lalu siapa yang dapat membawa kami kembali?"

Aku mencintai kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita. Cinta penuh dengan kedamaian seperti damainya alam. Dia tak memiliki alasan untuk menyesuaikan diri denganmu, tidak pula memberimu pilihan. Engkau hanya melihat kenyataan seperti alam. Engkau nyata dan dia juga nyata, dua kekuatan yang saling mencinta.

Kita ini satu kekuatan. Kau telah memasuki diri, dan salah satu dari kita tak bisa memutus hubungan tanpa menghancurkan yang lain. Aku tak bisa berfikir, berimajinasi, mencipta dan bekerja tanpa kau, lebih daripada tanpa diriku sendiri. Tetapi tanpa masa - masa itu, kukira hubungan ini tidak akan jadi begitu indah. Aku adalah pohon yang tumbuh di keteduhan, dan kini aku menjulurkan dahan - dahanku meraih getarnya cahaya hari. Aku datang untuk mengucapkan selamat tinggal padamu, kekasihku, dan harapanku semoga perpisahan ini akan begitu indah. Biarlah perpisahan ini menjadi seperti api yang melebur batangan emas dan membuatnya menjadi lebih berharga.

Cinta pertama adalah pengalaman paling indah bagi semua manusia. Cinta pertama penuh keindahan, dunia baru yang memenuhi seluruh sisi - sisi kalbu, memenuhi dunia dengan pelangi warna - warni, sehingga ia akan melupakan segala derita rahasia kehidupan ini. Keindahan adalah cahaya yang memancarkan dari kesunyian jiwa dan menyinari tubuh, seperti kehidupan yang datang dari kasih yang memberikan warna bunga keindahan dan mencipta dalam kalbu. 

Ibu adalah segala - galanya. Dialah penghibur kita dalam kesedihan, tumpuan harapan kita dalam penderitaan, dan daya kekuatan kita dalam kelemahan. Dialah sumber cinta kasih, belas kasihan, kecenderungan hati, dan ampunan. Barangsiapa kehilangan ibunya, hilanglah sebuah jiwa murni yang memberkati dan menjaganya siang dan malam.

Mengutip dari sepenggal novel kahlil gibran "Tak Lekang Oleh Waktu"  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar